Di TK Impianku, setiap aktivitas anak punya tujuan perkembangan yang jelas. Dibangun dari pembiasaan adab Qurani, kemandirian ala Montessori, dan proyek STEAM yang melatih rasa ingin tahu serta problem solving.
Kami menggunakan prinsip pembelajaran yang sesuai tahap perkembangan anak: aktif, bermakna, dan menyenangkan melalui bermain, eksplorasi, dan inquiry yang terarah.

Pembiasaan adab harian, syukur atas ciptaan Allah, dan karakter rahmah dalam keseharian.

Anak belajar lewat hands-on, lingkungan tertata, dan tanggung jawab merapikan—membangun konsentrasi dan kemandirian.

Proyek sederhana yang melatih rasa ingin tahu, sebab-akibat, berpikir ilmiah, dan kolaborasi.
Berikut cuplikan aktivitas yang menunjukkan arah dan cara belajar di TK Impianku Malang. Bukan sekadar ramai kegiatan.

Pembiasaan tahfidz yang lembut dan terukur—anak belajar mendengar, menirukan, lalu muroja’ah setiap hari dengan adab dan bimbingan guru

Practical life Montessori untuk melatih koordinasi, konsentrasi, dan tanggung jawab—dengan lingkungan belajar yang tertata (prepared environment).

Anak belajar berpikir ilmiah lewat percobaan sederhana: mencoba, mengamati perubahan, lalu menyimpulkan - dengan pendampingan guru dan prosedur aman.

Anak mempraktikkan adab dan empati lewat aksi nyata: berbagi, menyapa, dan membantu masyarakat dengan pendampingan guru, bukan sekadar teori.

Pengalaman belajar di alam yang terarah untuk melatih disiplin, kebersamaan, dan kemandirian. Anak belajar mengikuti instruksi, menjaga adab, dan berani mencoba dalam suasana aman.

Anak belajar amanah, empati, dan kerja sama lewat kegiatan sosial. Terlibat pada proses membantu yang rapi dan higienis - hingga berbagi dengan adab.

Anak belajar menyiapkan makanan sederhana dengan adab, urutan kerja, dan kebersihan, melatih fokus serta kemandirian.

Anak mengenal profesi dan layanan publik melalui kunjungan edukatif. Mereka belajar antre, menyapa sopan, dan memahami konsep uang secara sederhana.

Anak berlatih adab sosial dan numerasi sederhana melalui pengalaman belanja langsung: memilih kebutuhan, antre, berkomunikasi sopan, dan menghargai kerja orang lain.

Dokumen ini menjelaskan 3 pilar pembelajaran, rujukan standar, serta dampak keanggotaan TK Impianku pada Global School Alliance dalam pengalaman belajar anak.
Sejak menjadi member Global School Alliance, KB-RA IT Impianku Malang memperkuat cara belajar yang terarah: pembiasaan adab dan tauhid, kemandirian ala Montessori, serta proyek STEAM yang melatih nalar dan problem solving. Bagi orang tua, ini berarti pengalaman belajar anak lebih terukur, komunikasinya lebih jelas, dan kualitasnya terus ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis praktik baik global.

Bagi kami, kualitas bukan hanya terlihat di atas panggung, tapi juga di kebiasaan harian anak: adab, kemandirian, dan cara berpikirnya. Angka-angka ini adalah ringkasan perjalanan TK Impianku yang terus kami jaga dengan kurikulum terarah.

Kami akhirnya paham arah belajar anak. Di rumah terlihat perubahan adab dan kemandiriannya. Sekolahnya jelas programnya, bukan sekadar dititipkan.
Cara belajar di TK Impianku adalah pembelajaran terintegrasi Qurani – Montessori – STEAM. Anak dibiasakan adab dan tauhid (Qurani), dilatih mandiri dan fokus (Montessori), lalu diasah rasa ingin tahu serta problem solving lewat proyek (STEAM). Jadi, kegiatan anak tidak sekadar ramai—setiap aktivitas punya tujuan perkembangan yang jelas.
Di TK Impianku, anak tidak hanya “dititipkan”, tetapi mengikuti arah belajar harian yang terstruktur: pembiasaan adab, aktivitas kemandirian (practical life), kegiatan literasi/numerasi sesuai usia, hingga proyek STEAM yang melatih berpikir. Orang tua juga bisa melihat ringkasan kurikulum agar paham target pembelajaran anak.
Program Tahfidz Juz 30 adalah salah satu program unggulan kami. Namun, kami menyampaikannya sebagai target bertahap dan proses pembiasaan, bukan janji “pasti tuntas” untuk semua anak. Fokusnya adalah membangun cinta Quran, adab saat belajar, dan konsistensi muraja’ah – karena capaian hafalan sangat dipengaruhi kesiapan anak dan dukungan orang tua di rumah.
Di TK Impianku, Montessori tidak hanya Practical Life, tetapi mencakup beberapa area penting yang saling menguatkan. Anak berlatih Practical Life (merapikan, menuang, menyendok, melipat, membersihkan area kerja) untuk membangun kemandirian dan disiplin lembut. Anak juga mengikuti aktivitas Sensorial (mengenal ukuran, bentuk, tekstur, warna, dan pola) yang melatih ketelitian serta kemampuan membedakan (discrimination). Untuk kesiapan akademik, kami kuatkan motorik halus dan koordinasi tangan–mata melalui tray work, menjepit, meronce, menggunting terarah, hingga latihan pra-menulis. Motorik kasar juga dilatih lewat kegiatan gerak terstruktur agar tubuh kuat, seimbang, dan siap belajar. Semua aktivitas dilakukan bertahap sesuai usia sehingga anak menjadi lebih fokus, rapi, dan siap mengikuti pembelajaran literasi–numerasi.
Di TK Impianku, Montessori tidak hanya Practical Life, tetapi mencakup beberapa area penting yang saling menguatkan. Anak berlatih Practical Life (merapikan, menuang, menyendok, melipat, membersihkan area kerja) untuk membangun kemandirian dan disiplin lembut. Anak juga mengikuti aktivitas Sensorial (mengenal ukuran, bentuk, tekstur, warna, dan pola) yang melatih ketelitian serta kemampuan membedakan (discrimination). Untuk kesiapan akademik, kami kuatkan motorik halus dan koordinasi tangan–mata melalui tray work, menjepit, meronce, menggunting terarah, hingga latihan pra-menulis. Motorik kasar juga dilatih lewat kegiatan gerak terstruktur agar tubuh kuat, seimbang, dan siap belajar. Semua aktivitas dilakukan bertahap sesuai usia sehingga anak menjadi lebih fokus, rapi, dan siap mengikuti pembelajaran literasi–numerasi.
STEAM untuk anak usia dini dibuat sederhana dan aman. Contohnya observasi-percobaan dengan bahan sehari-hari, eksplorasi warna, air, magnet, bentuk, atau proyek kecil yang mengajak anak bertanya “kenapa” dan “bagaimana”. Tujuannya bukan hasil sempurna, tetapi melatih proses berpikir, rasa ingin tahu, kerja sama, dan problem solving.
Penilaian dilakukan melalui observasi harian: adab, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, fokus, motorik, dan cara berpikir saat menyelesaikan tugas. Hasilnya dirangkum dalam laporan perkembangan sehingga orang tua tahu apa yang sudah kuat dan apa yang perlu diperkuat di rumah.
Ya. Kami menekankan sinergi guru–orang tua. Orang tua bisa membaca ringkasan kurikulum agar memahami arah belajar anak, serta mendapat masukan kebiasaan sederhana yang bisa dilanjutkan di rumah (misalnya adab harian, rutinitas kemandirian, dan pendampingan muraja’ah).
Cocok. Pendekatan Qurani – Montessori – STEAM membantu anak berkembang sesuai tahapnya. Anak pemalu dibantu lewat aktivitas bertahap dan lingkungan aman. Anak yang sangat aktif diarahkan lewat rutinitas, practical life, dan proyek terstruktur sehingga energinya tersalurkan dengan baik tanpa membuat kelas menjadi kacau.
Contoh kegiatan kelas membantu orang tua melihat bahwa pembelajaran di TK Impianku punya arah: mulai dari Tahfidz Juz 30, practical life Montessori, percobaan STEAM, hingga proyek adab dan kegiatan sosial. Ini memudahkan orang tua menilai kesesuaian sekolah dengan kebutuhan anak dan nilai keluarga.
Dokumen ringkasan kurikulum dibuat agar orang tua tidak menebak-nebak. Anda bisa melihat 3 pilar pembelajaran, contoh penerapannya, serta cara sekolah membangun adab, kemandirian, dan nalar anak. Ini juga membantu orang tua berkolaborasi agar pembiasaan di sekolah selaras dengan di rumah.
Silakan klik tombol Informasi Kelas Fullday. Di sana orang tua bisa melihat gambaran jadwal, pola istirahat, aktivitas, dan komunikasi sekolah – orang tua, sehingga bisa mempertimbangkan program yang paling sesuai untuk kebutuhan keluarga.
