Kelompok Bermain

Kelompok Bermain Islam di Malang

Kelompok Bermain KB–RA IT Impianku merupakan program pendidikan Islam anak usia dini yang dirancang untuk mendampingi masa peralihan anak dari lingkungan keluarga menuju lingkungan sosial yang lebih luas.

Melalui bermain, pembiasaan, eksplorasi, dan pengalaman nyata, anak belajar mengenal Allah, membangun adab, berkomunikasi, bersosialisasi, bergerak, merawat diri, serta berani mencoba hal baru.

Anak juga disiapkan untuk dapat memasuki fase menghafal Al-Quran pada jenjang usia berikutnya.

  • Usia: 2-3 Tahun
  • Hari belajar: Senin-Jumat
  • Waktu belajar Half Day: 07.30-10.00 atau 10.30-12.00
  • Waktu belajar Full Day: 07.30-16.00

Lihat Bagaimana Ananda Bertumbuh

praktik latihan keseimbangan siswa kb di tkit impianku malang

Kelompok Bermain Islam di Malang untuk Anak yang Berani, Mandiri, dan Beradab

Lingkungan pertama di luar rumah yang membantu tubuh, indra, bahasa, emosi, dan kemandirian anak bertumbuh bersama.

Pada usia Kelompok Bermain, anak sedang mengenal dunia melalui tubuh, gerakan, sentuhan, suara, pengulangan, dan interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, anak belum membutuhkan pembelajaran yang dipercepat. Ia membutuhkan lingkungan yang aman untuk bergerak, mencoba, mengulang, dan mengalami sendiri.

Di KB–RA IT Impianku Malang, kegiatan belajar dirancang untuk menstimulasi perkembangan sensorik dan motorik melalui bermain, aktivitas kehidupan sehari-hari, gerak, seni, bahasa, serta interaksi sosial yang sesuai tahap perkembangan anak.

Nilai Islam hadir melalui hubungan yang penuh kasih, doa-doa sederhana, pembiasaan salam, kebersihan, berbagi, merapikan barang, menyayangi teman, dan belajar mensyukuri nikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum Anak Siap Memegang Pensil, Tangannya Perlu Dikuatkan

Sebelum anak mampu mengendalikan gerakan kecil, ia membutuhkan banyak kesempatan untuk menarik, menekan, meremas, menuang, memindahkan, menyusun, dan menggenggam.

 

Sebelum anak diminta duduk lebih tenang, tubuhnya perlu bergerak, melompat, meniti, mendorong, menarik, menjaga keseimbangan, dan mengenali ruang.

 

Di KB Impianku, kami tidak terburu-buru meminta anak menghasilkan sesuatu. Kami terlebih dahulu membangun fondasi agar mental, tubuh, dan tangannya siap belajar.

 

Montessori menempatkan koordinasi gerak sebagai salah satu pencapaian utama masa kanak-kanak. Aktivitas kehidupan praktis juga membantu anak belajar mengendalikan diri, beradaptasi dengan komunitas, dan mengintegrasikan kerja tubuh serta pikiran.

Aman Sebelum Berani

Bergerak untuk Bertumbuh

Anak Aktif, Kemandirian Bertumbuh

Orang tua tidak hanya mencari sekolah yang memiliki banyak kegiatan. Mereka mencari lingkungan yang mampu memahami anak, menjaga nilai keluarga, dan memberi fondasi yang kuat untuk perjalanan tumbuh berikutnya.

Pembelajaran yang Sesuai Tahap Perkembangan Anak

KB Impianku mengembangkan pengalaman belajar yang selaras dengan prinsip Montessori dan Developmentally Appropriate Practice dari NAEYC. Keduanya tidak digunakan sebagai label, tetapi diterjemahkan menjadi lingkungan, kegiatan, dan interaksi yang benar-benar dapat dirasakan anak.

NAEYC mendefinisikan praktik yang sesuai perkembangan sebagai pendekatan berbasis kekuatan dan permainan yang mendorong pembelajaran menyenangkan, aktif, serta mempertimbangkan keunikan dan konteks setiap anak.

Montessori — Membantu Anak Melakukan Sendiri

Lingkungan disiapkan agar mudah dijangkau, teratur, sederhana, dan sesuai ukuran tubuh anak. Anak memperoleh kesempatan memilih dalam batas yang aman, melakukan aktivitas nyata, mengulang, berkonsentrasi, dan menyelesaikan tanggung jawab sederhana secara bertahap.

NAEYC — Bermain Sesuai Usia dan Kebutuhan Anak

Kegiatan tidak diberikan hanya berdasarkan target kelas, tetapi mempertimbangkan tahap perkembangan, kesiapan, karakter, kemampuan, serta konteks keluarga setiap anak. Bermain tetap menjadi sarana utama untuk mengembangkan tubuh, bahasa, emosi, sosial, dan kemampuan berpikir.

Pendidikan Islam — Adab yang Dipraktikkan

Nilai Islam hadir dalam cara anak disambut, berbicara, makan, menjaga kebersihan, memperlakukan teman, menggunakan barang, dan menyelesaikan aktivitas. Anak tidak hanya mendengar penjelasan tentang adab, tetapi mengalaminya dalam rutinitas sehari-hari.