Kepala RA se-Kabupaten Bantul Studi Tiru ke KB-RA IT Impianku Malang

Sebanyak 90 Kepala Sekolah RA dari Kab. Bantul mempelajari manajemen dan pengembangan sekolah di TK Islam Impianku 1, Tunjungsekar, Kota Malang.

studi tiru kepala sekolah kabupaten bantul ke Impianku Global Islamic Preschool & Kindergarten Malang

Sebanyak 90 peserta dari Kabupaten Bantul mengikuti kegiatan studi tiru di KB-RA IT Impianku Malang pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Impianku 1, Tunjungsekar, Kota Malang, tersebut membahas manajemen dan pengembangan sekolah anak usia dini.

Rombongan terdiri atas kepala Raudhatul Athfal (RA), para pengawas madrasah, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung pengalaman pengelolaan sekolah yang telah dijalankan oleh KB-RA IT Impianku.

Manajemen dan Pengembangan Sekolah Menjadi Fokus

Dalam kegiatan studi tiru tersebut, peserta mempelajari sejumlah aspek pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini. Pembahasan mencakup perencanaan program sekolah, pembagian peran dalam tim, pengembangan sumber daya manusia, komunikasi kelembagaan, serta upaya menjaga keberlanjutan program.

Peserta tidak hanya mengikuti pemaparan. Mereka juga berdiskusi dengan tim pengelola sekolah mengenai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan dan mengembangkan lembaga pendidikan.

Pertemuan tersebut memungkinkan peserta membandingkan pengalaman dari lembaga masing-masing dengan praktik yang mereka temui di Impianku 1. Pertanyaan yang disampaikan antara lain berkaitan dengan pengelolaan tim, pengembangan program, kerja sama dengan berbagai pihak, dan upaya membangun budaya belajar di lingkungan sekolah.

Empat Unsur Pengelola Sekolah Berbagi Pengalaman

Pemaparan utama disampaikan oleh Diana Yuli Anggraeni, S.Psi., M.Sc PIC., selaku kepala KB-RA IT Impianku. Ia menjelaskan proses pengelolaan program pendidikan dan pengembangan sekolah yang dilakukan bersama tim.

Pembahasan juga melibatkan Harry Irawanto Utomo, S.Sos., MBA, selaku Ketua Yayasan Harapanku. Ia berbagi mengenai peran yayasan dalam menetapkan arah pengembangan lembaga dan mendukung keberlangsungan program sekolah.

Ika Nur Fitriana, S.Pd., selaku Kepala Divisi Hubungan Internasional, menjelaskan pengalaman sekolah dalam membangun komunikasi dan jejaring dengan lembaga dari luar Indonesia. Sementara itu, Annisa Aulia Putri Sholihah, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Tim Pengembang, menyampaikan bagaimana program direncanakan, diterapkan, ditinjau, dan dikembangkan bersama.

Keempat unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sekolah merupakan pekerjaan bersama. Yayasan, kepala sekolah, divisi hubungan internasional, dan tim pengembang menjalankan peran yang berbeda, tetapi tetap bergerak dalam arah yang sama.

Para peserta juga mendapat kesempatan mengamati lingkungan belajar di TK Impianku 1. Pengamatan lapangan membantu peserta melihat hubungan antara gagasan yang dipaparkan dengan pelaksanaannya di lingkungan sekolah.

Gagasan yang Akan Dibawa Pulang ke Kabupaten Bantul

Sunarni, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami dari Kementerian Agama Kabupaten Bantul merasa bersyukur dan bangga dapat berkunjung ke RA Impianku Kota Malang, sekolah TK yang berwawasan internasional dan juga memiliki prestasi internasional. Hal ini sangat memberi makna positif dan cahaya di dunia pendidikan. Insyaallah, apa yang kami dapat hari ini akan kami bawa pulang untuk dapat diterapkan pada lembaga RA di Kabupaten Bantul,” ujar Sunarni.

Pernyataan tersebut menggambarkan tujuan utama studi tiru, yaitu menemukan pengalaman yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan lembaga masing-masing. Setiap RA memiliki kondisi, sumber daya, dan karakter masyarakat yang berbeda. Karena itu, praktik yang diperoleh selama kunjungan perlu dipertimbangkan kembali sebelum diterapkan.

Pertemuan ini juga membuka percakapan mengenai cara membangun lembaga yang mampu belajar dan berkembang secara berkelanjutan. Pengembangan sekolah tidak berhenti pada penambahan program. Kejelasan tujuan, kesiapan pendidik, konsistensi pelaksanaan, dan evaluasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Membuka Ruang Belajar Antarlembaga

Kegiatan studi tiru di Impianku 1 mempertemukan para pengelola RA dari Kabupaten Bantul dengan tim pengelola KB-RA IT Impianku. Pertemuan semacam ini memberi ruang bagi lembaga pendidikan untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan persoalan yang dihadapi, dan menemukan kemungkinan kerja sama.

Bagi KB-RA IT Impianku, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi praktik pengelolaan pendidikan anak usia dini Islam di Kota Malang. Bagi rombongan dari Kabupaten Bantul, hasil pengamatan dan diskusi selama kunjungan dapat menjadi bahan untuk mengembangkan lembaga sesuai dengan konteks daerah dan kebutuhan anak-anak yang mereka layani.

Kegiatan ditutup dengan diskusi dan dokumentasi bersama. Meski berlangsung dalam waktu terbatas, pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi dan pertukaran pengalaman yang lebih berkelanjutan antara pengelola pendidikan anak usia dini di Kota Malang dan Kabupaten Bantul.

Dokumentasi kunjungan studi tiru dapat dilihat melalui Instagram resmi KB-RA IT Impianku Malang.

Afiliasi

KB-RA IT Impianku berada di bawah pembinaan Kementerian Agama Republik Indonesia, menjadi bagian dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu, dan komunitas profesional pendidikan anak usia dini internasional, serta memperoleh berbagai pengakuan atas inovasi dan dampak pendidikannya.

madrasah kemenag
anggota jsit
anggota dari global school alliance
kb-ra it impianku anggota dari naeyc

Copyright © 2026 KB-RA IT Impianku. All Rights Reserved.